Banyak media menyebarkan berita yang kurang tepat tentang kematian Micks atau Michael Adrian Headly (34) pada hari Sabtu kelam bagi para pecinta Enduro Trail di seluruh Nusantara terlebih kami selaku panitia. Kepergian Micks sungguh menggoreskan luka yang teramat dalam bagi kami karena Micks bukan orang baru di dunia enduro dirt bike di Balikpapan, Micks termasuk salah satu penggiat yang aktif beserta dengan rekan-rekan expatriat lain di Balikpapan.
Panitia telah mempresentasikan jalur dengan sangat terperinci saat teknikal meeting di Hotel Benakutai pada jumat malam tepat H-1 dan membagikan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh peserta, namun inilah dunia Enduro, seperti yang sudah diketahui bersama oleh para pecinta Enduro dirt bike, kejadian seperti ini bisa terjadi di jalur daerah manapun, kita sebagai panitia B2DE4 juga telah berlakon sebagai peserta saat tandang di jalur Palu, Jember, Medan, Aceh, Bandung, dll. Sebaliknya hampir 80% peserta B2DE4 telah berpengalaman menjadi panitia di kota mereka masing-masing, Panitia selalu membuat peraturan dan Peserta akan selalu melanggar, begitu kira-kira tradisi yang terbentuk di dunia Enduro dirt bike Indonesia.
Micks masuk ke Jalur Ekstrim 62 beserta 3 rekan expatriat lainnya pada jam yang sebenarnya telah ditutup oleh panitia, perbekalan yang dibawa Micks sendiri bisa jadi kurang, dan beberapa informasi dari panitia dilapangan Micks juga hanya meminum beberapa kaleng Bir saat istirahat makan siang di Bukit bangkirai, Selain itu Micks juga punya history penyakit dan terlupa membawa obat yang seharusnya tak boleh terpisahkan olehnya (belum terkonfirmasi kebenarannya). 8 KM sebelum Finish sekitar pukul 5:30 sore nampaknya Micks mulai merasa kelelahan dan menyandarkan motor WR 450cc miliknya pada salah satu pohon dan beristirahat disekitarnya, sedangkan 3 teman expatriatnya tak menyadari jika salah satu temannya beristirahat, peserta dari Banjarmasin sempat melihat kejanggalan pada nafas Micks yang tersenggal-senggal dan mencoba memberikan bantuan dengan memberikan minuman aqua namun mulut Micks sudah tak mampu lagi meminumnya.
Dari situlah kabar langsung tersebar ke panitia dan tim medis beserta tim efakuasi masuk melakukan penjemputan, namun karena medan yang berlumpur dan licin tim penjemputan baru bisa tembus di lokasi Micks sekitar pukul 8 malam dan nyawa Micks sudah tak bisa diselamatkan.
Pada Jalur Ektrim 62 sendiri telah terpasang rambu event dengan jelas dan tak ada jalan alternatif pada Jalur 62, jadi bisa dipastikan peserta tidak tersesat. Dan kabar bahwa terjadi longsor di Jalur 62 juga bisa dipastikan tidak benar, hanya saja memang jalur menjadi licin dan berlumpur dan semakin memarah saat dilewati oleh ratusan motor.
Panitia telah menetapkan peraturan Jalur Ekstrim 62 akan ditutup pada pukul 3 sore dan atau hanya 50 motor saja yang diperbolehkan melaluinya, sisanya masuk pada jalur jalan jepang atau on road langsung ke KM 55, Tapi seperti biasa peserta banyak yang protes dan mengeluh sudah datang jauh-jauh, bayar mahal-mahal, eh jalur ditutup. Alhasil 180 Motor masuk ke Jalur 62 dan hingga pukul 6:30 sore pun masih ada beberapa peserta yang nekad masuk.
Tak ada yang bisa dipersalahkan dalam musibah ini, ini merupakan musibah bersama dan juga menjadi kesedihan masal bagi Panitia, Peserta, dan Pecinta Enduro dirt bike di seluruh Indonesia dan juga Dunia tentunya karna Micks sendiri merupakan WNA Australia yang bekerja di Balikpapan. Selamat Jalan Micks, kami segenap panitia B2DE4 mendedikasikan Jalur 62 sebagai “Micks Track”
Panitia telah mempresentasikan jalur dengan sangat terperinci saat teknikal meeting di Hotel Benakutai pada jumat malam tepat H-1 dan membagikan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh peserta, namun inilah dunia Enduro, seperti yang sudah diketahui bersama oleh para pecinta Enduro dirt bike, kejadian seperti ini bisa terjadi di jalur daerah manapun, kita sebagai panitia B2DE4 juga telah berlakon sebagai peserta saat tandang di jalur Palu, Jember, Medan, Aceh, Bandung, dll. Sebaliknya hampir 80% peserta B2DE4 telah berpengalaman menjadi panitia di kota mereka masing-masing, Panitia selalu membuat peraturan dan Peserta akan selalu melanggar, begitu kira-kira tradisi yang terbentuk di dunia Enduro dirt bike Indonesia.
Micks masuk ke Jalur Ekstrim 62 beserta 3 rekan expatriat lainnya pada jam yang sebenarnya telah ditutup oleh panitia, perbekalan yang dibawa Micks sendiri bisa jadi kurang, dan beberapa informasi dari panitia dilapangan Micks juga hanya meminum beberapa kaleng Bir saat istirahat makan siang di Bukit bangkirai, Selain itu Micks juga punya history penyakit dan terlupa membawa obat yang seharusnya tak boleh terpisahkan olehnya (belum terkonfirmasi kebenarannya). 8 KM sebelum Finish sekitar pukul 5:30 sore nampaknya Micks mulai merasa kelelahan dan menyandarkan motor WR 450cc miliknya pada salah satu pohon dan beristirahat disekitarnya, sedangkan 3 teman expatriatnya tak menyadari jika salah satu temannya beristirahat, peserta dari Banjarmasin sempat melihat kejanggalan pada nafas Micks yang tersenggal-senggal dan mencoba memberikan bantuan dengan memberikan minuman aqua namun mulut Micks sudah tak mampu lagi meminumnya.
Dari situlah kabar langsung tersebar ke panitia dan tim medis beserta tim efakuasi masuk melakukan penjemputan, namun karena medan yang berlumpur dan licin tim penjemputan baru bisa tembus di lokasi Micks sekitar pukul 8 malam dan nyawa Micks sudah tak bisa diselamatkan.
Pada Jalur Ektrim 62 sendiri telah terpasang rambu event dengan jelas dan tak ada jalan alternatif pada Jalur 62, jadi bisa dipastikan peserta tidak tersesat. Dan kabar bahwa terjadi longsor di Jalur 62 juga bisa dipastikan tidak benar, hanya saja memang jalur menjadi licin dan berlumpur dan semakin memarah saat dilewati oleh ratusan motor.
Panitia telah menetapkan peraturan Jalur Ekstrim 62 akan ditutup pada pukul 3 sore dan atau hanya 50 motor saja yang diperbolehkan melaluinya, sisanya masuk pada jalur jalan jepang atau on road langsung ke KM 55, Tapi seperti biasa peserta banyak yang protes dan mengeluh sudah datang jauh-jauh, bayar mahal-mahal, eh jalur ditutup. Alhasil 180 Motor masuk ke Jalur 62 dan hingga pukul 6:30 sore pun masih ada beberapa peserta yang nekad masuk.
Tak ada yang bisa dipersalahkan dalam musibah ini, ini merupakan musibah bersama dan juga menjadi kesedihan masal bagi Panitia, Peserta, dan Pecinta Enduro dirt bike di seluruh Indonesia dan juga Dunia tentunya karna Micks sendiri merupakan WNA Australia yang bekerja di Balikpapan. Selamat Jalan Micks, kami segenap panitia B2DE4 mendedikasikan Jalur 62 sebagai “Micks Track”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar